Kontrasepsi Pasca Melahirkan

Jika tidak menginnginkan kehamilan setelah melahirkan adalah merupakan hal yang wajar, caranya adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual atau hubungan intim dengan suami, sebaiknya seorang wanita memakai kontrasepsi pasca melahirkan tanpe mnunggu haid datang terlebih dahulu. Haid yang datang adalah haid yang kedua ataupun yang ketiga. Karena bisa jadi haid kedua tidak akan datang karena wanita sudah hamil lagi.

Bahkan seorang wanita bisa hamil hanya dalam waktu 21 hari setelah melahirkan. Hal ini dikarenakan ovulasi atau masa sel telur yang kemudian dilepaskan dari indung telur bisa saja terjadi 2 minggu sebelum haid pertama saat ibu baru saja bersalin. Tidak adanya suatu tanda bahwa sel telur ternyata sudah siap untuk dibuahi kembali ini bisa menyebabkan terjadinya banyak kehamilan yang tidak direncanakan dalam bulan pertama setelah melakukan persalinan.

Alat kontrasepsi pasca melahirkan yang dipilih haruslah alat konstrasepsi yang tidak mengganggu produk ASI. Beberapa kontrasepsi yang bisa dilakukan adalah kontrapsesi atau alat kb alami. Menyusui bayi dengan ASI merupakan salah satu cara kontrasepsi alami yang disebut dengan LAM (Lactation Amenorrhoe Methode). Secara alami, menyusui bisa membantu dalam penghambatan ovulasi sehingga sel telur yang sudah matang ini tidak akan terbentuk. Efek dari kontrasepsi dari menyusui ini akan bisa didapatkan jika memberikan ASI secara eksklusif dan intensif.

Efek menghambat ovulasi dari kontrasepsi pasca melahirkan ini  merupakan suatu efek yang berlawanan dengan pengeluaran ASI. Menyusui ASI ini akan bisa membatu dalam meningingkatkan hormon prolaktin, mempertahankan hormon progesterone atau juga hormon kehamilan dan bisa membantu menghambat pelepasan dari hormon estrogen sehingga bisa membantu dalam menghambat terjadinya suatu ovulasi.

Disaat menyusui, tubuh wanita tidak bisa menghasilkan sel telur yang matang. Jadi walau sperma berhasil masuk, namun sel telur tidak ada yang siap untuk dibuahi. Sebaliknya ada ajika menyusui dilakukan dengan tidak intensif, maka pengeluaran dari hormon estrogen ini tidak akan terhambat. Karena itu, ibu yang jarang menyusui biasanya akan mendapatkan haid setelah beberapa minggu.

 

Posted in Alat KB | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Alat KB Dalam Rahim (AKDR)

Alat-Kontrasepsi-Dalam-Rahim-IUDSecara umum Alat Kontrsepsi Dalam Rahim (AKDR) dianjurkan sebagai pilihan pertama pada ibu yang menyusui dan ingin alat KB yang temporer sifatnya. Di samping karena sekali pemasangan dan efektivitasnya tinggi serta keluhan pemakai yang relatif ringan, maka AKDR tidak mempunyai pengaruh terhadap laktasi dan bayinya. Pada wanita yang kemungkinan besar untuk mendapatkan penyakit akibat hubungan seksual memang tidak dianjurkan untuk memakai AKDR ini. AKDR yang bisa dipakai yang lazim sekarnag adalah AKDR yang mengandung tembaga (Copper T, Copper 7, MLCu) serta AKDR yang mengandung progestin yang tidak berpengaruh terhadap produksi dan komposisi ASI.

Progestin yang terkandung dalam IUD akan dilepaskan dalam jumlah yang sangat sedikit sehingga hanya mempunyai efk lokal saja. Pemasangan AKDR bisa secara dini, segera setelah melahirkan atau ada kontrol berikutnya pada sat involusi terjadi. Pada umumnya pemasanganAKDR harus dilakukan dalam waktu 1 bulan 7 hari pasca persalinan sepanjang tidak ada kontraindikasi pada saat pemasangannya.

Keuntungan AKDR

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) dapat diterima masyarakat dunia, termasuk Indonesia dan menempati urutan ketiga dalam pemakaian, seperti :

1. Dapat diterima masyarakat dengan baik
2. Pemasangan tidak memerlukan medis teknis yang sulit
3. Kontrol medis yang ringan
4. Penyulit tidak terlalu berat
5. Pulihnya kesuburan setelah AKDR dicabut berlangsung baik

Kerugian AKDR

Alat kontrasepsi dalam rahim bukanlah alat kontrasepsi yang sempurna, sehingga masih terdapat beberapa kerugian sebagai berikut :

1. Masih terjadi kehamilan dengan AKDR in situ
2. Terdapat perdarahan; spotting dan menometroragia
3. Leokorea, sehiingga menguras protein tubuh dan liang senggama terasa lebih  basah
4. Dapat terjadi infeksi
5. Tingkat akhir infeksi menimbulkan kemandulan primer atau sekunder dan kehamilan ektopik
6. Tali AKDR dapat menimbulkan perlukan portio uteri dan mengganggu hubungan seksual

Sekalipun masih dijumpai penyulit AKDR, kelangsungan pemakaian cukup tinggi, sehingga tetap menjadi andalan gerakan keluarga berencana nasional. AKDR (biasanya setiap setelah menstruasi). Komplikasi pemasangan AKDR adalah rasa sakit dan kadang-kadang pingsan (terutama pada nuligravida). Teknik pemasangan yang hati-hati dan tepat akan menghindari terjadinya perforasi uterus (jarang).

Posted in Alat KB | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Alat Kontrasepsi Spiral

alat-kb-spiralSpiral atau IUD merupakan alat kontrasepsi yang diletakllan ditengah-tengah rahim wanita. Alat KB spiral in berbentuk T, panjangnya kira-kira 3-4 cm, di ujungnya ada benag/string. Bahan spiral ada yang dilapisi tembaga dan ada pula yang dilapisi hormon progesteron.

Banyak cara untuk melakukan pengendalian kehamilan. Namun, kita harus benar-benar berhati-hati dalam memilihnya. Karena tidak smua metode kontrasepsi itu dibenarkan dalam agama. IUD atau spiral termasuk salah satu alat kontrasepsi yang tidak boleh dipergunakan. Cara ini tidak diperbolehkan karena ia lebih merupakan suatu cara abortus, bukan kontrasepsi. Sebab, menurut caa kerjanya, alat dari plastik dan kadang-kadang terbalut kawat termbaga ini dimasukkan ke dalam rahim dan selama masih di sana alat tersebut dapat mencegah sel telur yang telah dibuahi melekat ke dinding rahim. Dengan demikian, alat ini bukan lagi mebahan tetapi leih cenderung mencegah sperma yang telah membuahi ovum untuk menempel pada dinding rahim. Dan karenanya pula wanita muslimah tidak diperkenan menggunakan alat kontrasepsi ini untuk mengendalikan kehamilan.

Namun, beberapa wanita mungkin lebih nyaman menggunakan alat kontrasepsi spiral. Ada wanita yang memakai spiral tanpa merasakan gangguan berarti. Tetapi banyak juga yang megakami gangguan : haid lama dan sakit, rasa nyei di perut, mulas-mulas, mungkin perdarahan sewaktu-waktu, spiral dapat keluar dari tempatnya (keluar sendiri) atau pindah tempat (perforasi, masuk ke dalam rongga perut), kemungkianan infeksi dan kehamilan ektopik lebih besar, dsb. Bila dipakai lama, ada kemungkinan menyebabkan kanker rahim. Kalau  wanita memakai psiral namun hamil tentu menjadi urusan dokter dan rumah sakit.

Namun, bagi wanita yang sedang dalam masa kehamilan, bahkan wanita yang belum pernah melahirkan. Fakta-fakta seputar spiral :

1. Pemasangan spiral bisa dilakukan kapan saja, selama wanita tersebut tidak hamil. Biasanya dilakukan test kehamilan terlebih dahulu. Pada saat menstruasi pemasangan spiral lebih mudah, karena leher rahim lebuih lunak saat haid.

2. Saat pemasangan akan terasa sedikit tidak nyaman

3. Pada pemasangan spiral yang dilapisi oleh hormon, dapat timbul sedikit keram yang menetap selama beberapa hari atau berminggu-minggu. Setelah pemasangan biasanya aka timbul suatu flek, jumlah darah haid menjadi berkurang dan 70% wanita diantaranya ada yang mengalami tidak menstruasi setelah 2 tahun pemakaian.

4. Setelah pemasangan spiral lapis tembaga, darah haid mungkin bertambah banyak. Anda akan selalu mendapat haid karena spiral ini tidak dilapisi hormon

5. Jangka waktu maksimal pemakaian spiral lapis hormon adalah 5 tahun.

Posted in Alat KB | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Alat KB Yang Aman

Kontrasepsi adalah alat kb yang aman atau obat yang tujuannya untuk menjarangkan kehamilan. Orang-orang yang menggunakan kontrasepsi adalah pasangan yang berniat membatasi jumlah anak dan menjarangkan kehamilan (spacing).

Kontrasepsi (penghindaran kehamilan) dilakukan karena berbagai alasan seperti perencanaan kehamilan, pembatasan jumlah anak, penghindaran resiko medis kehamilan (terutama pada ibu-ibu dengan penyakit jantung, diabetes melitus atau tuberkulosis) dan pengendalian jumlah penduduk dunia. Penggunaan alat kb yang aman meningkat di negara-negara maju tetapi sebagian bentuk kontrasepsi masih diluar jangkauan ekonomi penduduk negara-negara yang sedang berkembang.

Tidak ada alat kontrasepsi yang sempurna jika kita mempertimbangkan efek samping maupun keefektifannya. Semua alat kontrasepsi mempunyai keuntungan dan kerugian yang harus di padukan dengan cermat dengan keadaan pasien. Karena itu perlu penentuan yang cermat bagi masing-masing individu untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan dan untuk mengoptimalkan. Namun walaupun tidak ada yang sempurna tetap ada alat kb yang aman.

Jika Anda dan suami melaksanakan KB tanpa menggunakan alat berarti Anda menggunakan KB alami. Ada dua kategori KB jenis ini. Yang pertama adalah abstinensi atau selibat, sanggama terputus, masa aman dan menyusui. Kategori yang kedua pihak istri menghitung sendiri tanda-tanda tertentu sebagai bantuan untuk menentukan ovulasi, waktu dan kapan pembuahan paling mungkin terjadi.

Posted in Alat KB | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Alat KB Untuk Wanita

Kontrasepsi merupakan alat bantu bagi mereka para pasangan suami-istri yang ingin menunda kehamilan atau mencegah kehamilan hingga batas waktu yang diinginkan untuk hamil kembali. Alat kontrasepsi memiliki banyak variasi, bentuk. Setiap alat kontrasepsi memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing dan tentunya memiliki efek samping yang sedikit berbeda dari tiap jenis alat kontrasepsi yang digunakan.

Untuk mencegah kehamilan cara alami yang dapat dilakukan oleh pasangan suami-istri adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual disaat sang wanita atau istri sedang dalam masa subur. Cara ini dengan dilakukan dengan melihat kalender menstruasi yang dimiliki dan dicatat setiap bulannya untuk mengetahui kapan masa subur dan kapan masa tidak subur itu terjadi. Agar ketika melakukan hubungan seksual tidak terjadi pembuahan atau kehamilan. Ada suatu alat yang digunakan untuk mendeteksi masa subur dan tidak subur seorang wanita pertama dengan mengukur suhu basal tubuh dan uji kekentalan lendir di leher rahim. Kelebihan dari menggunakan metode ini, tidak menimbulkan efek samping dan cukup ekonomis.

Jenis-jenis Alat Kontrasepsi Wanita

1. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) atau kontrasepsi spiral

Alat kontrasepsi dalam rahim memiliki beberapa tipe diantaranya Copper T380A, Nova T dan beberepa jenis AKDR yang diberi hormon (mirena, Levo nova). Kelebihan dari AKDR ini adalah alat kontrasepsi yang cukup efektif digunakan dan memberi perlindungan yang cukup tinggi dalam mencegah kehamilan dengan angka kegagalan 0,3 -1 per 100 wanita tiap tahunnya.

Kelemahan dari alat kontrasepsi ini adalah beresiko terjadinya infeksi radang panggul, perdarahan dan kehamilan di luar kandungan, terjadi komplikasi perforasi dilubang uterus dan tidak dapat mmemberi perlindungan terhadap bahaya penularan penyakit kelamin seperti HIV/AIDS atau penyakit hepatitis B yang dapat ditularkan dari kelamin pasangan ketika berhubungan intim.

2. Kontrasepsi Dengan Metode Perintang

Yang paling umum digunakan adalah kondom, diafragma, dan spermisida.

a. Kondom

Merupakan kantong kecil yang terbuat dari karet dan berbahan tipis bekerja dengan cara membungkus penis, sehingga sperma yang keluar tetap berada dalam kantong tersebut. Atau dengan kata lain mencegah sperma masuk ke dalam indung telur atau saluran telur. Kelebihan dari penggunaan kondom ini dinilai cukup efektif, mudah didapat, aman digunakan dan dapat membantu mencegah terserangnya penyakit seksual menular dan hepatitis B atau HIV/AIDS.

Kelemahan dari kondom ini adalah karena kondom dibuat dari bahan karet dan tipis sehingga mudah robek. Kondom yang baik akan terasa licin dan basah. Namun angka kegagalan dengan menggunakan kondom hanya 3-15 wanita dari 100 wanita per tahunnya.

b. Diafragma

Diafragma ini berbentuk seperti topi mini yang terbuat dari karet yang cara kerjanya dengan dimasukkan ke dalam vagina. Kerja dari alat ini adalah dengan menutup mulut rahim, sehingga sperma tidak dapat masuk atau menembus rahim untuk membuahi sel telur. Kelebihan dari diafragma ini adalah dapat digunakan berulang kali dan mencegah kehamilan serta menurunkan resiko dari terjangkitnya penyakit seksual yang menular. Kekurangan dari diafragma ini adalah sulit dipasang dan angka kegagalan yang masih memungkinkan terjadinya kehamilan adalah 5-20 wanita dari 100 wanita per tahunnya.

c. Spermisida

Alat KB jenis ini memiliki bentuk beragam. Ada foam aerosol (busa), tablet, krim, jeli, dan spons. Dipakai dengan cara dioleskan ke dalam vagina sebelum berhubungan intim. Spermisida mematikan sel-sel sperma sebelum sempat memasuki rahim. Kekurangan dari spermisida ini adalahtidka dapat melindungi organ intim wanita dari bahaya penyakit kelamin atau penyakit seksual yang menular seperti gonorrhea, clamidhia, hepatitis B dan virus HIV/AIDS. Tak hanya itu spermisida dapat menimbulkan rasa alergi, infeksi atau luka pada vagina, tidak dapat bekerja efektif tanpad adanya bantuan alat KB lainnya seperti kondom atau diafragma. Serta angka kegagalan yang masih memungkinkan terjadinya kehamilan pun masih ada.

3. Metode KB Hormonal

Kebanyakan kontrasepsi hormonal mengandung estrogen dan progesteron atau hanya progesteron saja.

a. Pil KB Terpadu

Umumnya mengandung hormon gestagen dan estrogen sintetik. Pil yang dianjurkan adalah pil dosis rendah yang mengandung estrogen kurang dari atau sebesar 35 mikrogram dan 1 miligram progesteron. Pil KB ini mudah didapat, namun biasanya para ibu atau wanita lebih memilih pil KB ini dengan menggunakan resep dokter lewat pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Pil KB merupakan salah satu alat kontrasepsi yang paling banyak dipilih oleh kaum wanita atau ibu dari sekian banyaknya jenis alat kontrasepsi.

Namun kekurangan atau kelemahan dari pil KB ini harus dikonsumsi setiap harinya, menimbulkan efek samping seperti pendarahan yang tidak teratur terjadi di luar siklus menstruasi, timbul rasa mual, sakit kepala, dan pusing. Pil KB Terpadu ini tidak disarankan digunakan oleh wanita yang sedang dalam masa menyusui, perokok aktif, berusia 40 tahun keatas, memiliki riwayat penyakit kronis, seperti TBC, diabetes mellitus, jantung, hepatitis, stroke, epilepsi dan kanker.

b. Pil KB Mini

Pil KB Mini berbeda dengan pil KB terpadu. Pil KB Mini hanya mengandung gestagen saja. Kelebihan yang dimiliki dari penggunaan pil KB Mini adalah dapat digunakan oleh wanita yang sedang dalam masa menyusui dan mudah didapat di apotik. Namun efek samping yang ditimbulkan sama halnya dengan menggunakan pil KB terpadu, yakni perdarahan yang tidak teratur, siklus menstruasi yang tidak teratur dan terkadang sakit kepala.

c. Suntikan

Suntikan KB melindungi dari kehamilan sampai tiba waktunya disuntik kembali. Efektivitasnya hampir sama dengan pil kombinasi dan melebihi pil mini maupun AKDR. Kegagalan pada umumnya terjadi karena ketidakpatuhan terhadap jadwal suntik atau teknik penyuntikan yang salah. Cara kerja suntikan KB salah satunya yaitu menyebabkan pengentalan mukus serviks, sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma.

Yang perlu diketahui, jika kontrasepsi suntikan dihentikan harus menunggu 1 tahun atau lebih untuk bisa hamil kembali. Pemakai akan menerima suntikan hormon setiap 1-3 bulan sekali, yaitu:

Suntikan progestin:

Suntikan yang hanya mengandung hormon gestagen saja. Contohnya, depo provera dan depo noristerat, yang memiliki kelebihan yakni dapt digunakan pada wanita yang sedang dalam masa menyusui dan wanita yang tidak diperbolehkan menggunakan tambahan estrogen. Efek samping yang ditimbulkan adalah siklus haid yang tidak menentu atau tidak lancar, bertambahnya bobot tubuh.

Suntikan terpadu :

Suntikan yang mengandung hormon gestagen dan estrogen, misalnya, depo estrogen-progesteron atau cyklofem. Suntikan terpadu tidak mempengaruhi siklus menstruasi namun kelemahannya adalah tidak diperkenakan digunakan oleh wanita yang sedang menyusui balita, wanita yang tidak dianjurkan minum pil KB terpadu dan suntikan progestin dan biaya yang dikeluarkan relatif mahal.

d. Susuk

Dipakai dengan memasukkannya ke bawah permukan kulit sebelah dalam lengan. Ada 2 jenis:

- Norplant merupakan salah satu metode kontrasepsi berjangka waktu 5 tahun. Efektivitas kontrasepsi yang terdiri dari 6 batang susuk ini sangat tinggi. Angka kehamilan rata-rata pertahun hanya kurang dari 1 %.
- Implanon: kontrasepsi yang terdiri atas satu batang susuk ini dapat dipergunakan sedikitnya selama 3 tahun.

Dengan menggunakan susuk sebagai alat kontrasepsi dapat mencegah kehamilan selama 5 tahun, susuk ini dapat digunakan oleh wanita yang mengalami masalah seputar hormon estrogen dan dapat digunakan oleh wanita yang sedang menjalani pengobatan dari penyaikit kekejangan. Susuk ini juga mudah dilepaskan sampai batas waktu yang diinginkan bila menginginkan kehamilan kembali. Namun ada hal yang perlu diingat, susuk tidak diperbolehkan digunakan oleh wanita yang mengalami gejala atau mengidap penyakit kanker atau terdapat benjolan keras di payudara, menstruasi yang terlambat datang, mengalami pendarahan yang tidak normal di vagina, dan seseorang yang memiliki riwayat penyakit jantung.

Metode Kontrasepsi Laktasi

Metode ini hanya bisa diterapkan pada ibu menyusui yang benar-benar menyusui secara eksklusif/terus-menerus selama 2 tahun 6 bulan. Kelebihan dari penggunaan metode ini adalah dapat membantu mengurangi perdarahan setelah melahirkan serta membantu memberi nutrisi yang baik pada bayi. Namun kelemahannya adalah hanya mampu melindungi pada 6 bulan pertama dan angka kegagalan kehamilan 6 per 100 wanita per tahunnya.

Metode Kontrasepsi Mantap

Metode kontrasepsi mantap ini dikenal dengan istilah sterilisasi yakni memutuskan atau menghentikan perjalanan saluran sperma pada pria dengan cara operasi yang disebut dengan vasektomi, hal yang sama juga dilakukan pada wanita dengan cara memutuskan atau menutup saluran sel telur dengan operasi yang disebut dengan tubektomi. Sehingga ketika pasangan suami-istri melakukan hubungan seksual tidak akan terjadi pembuahan atau kehamilan dengan kata lain seorang wanita tidak akan bisa hamil kembali. Biasanya cara ini dilakukan dengan alasan telah memiliki jumlah anak yang cukup, dan faktor usia.

Posted in Alat KB | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Alat KB Dan Efek Sampingnya

Alat kontrasepsi memiliki banyak variasi, jenis dan macamnya. Alat kontrasepsi ini dimaksudkan untuk menunda, memberi jarak dan menghentikan kehamilan tergantung alasan para pasangan suami-istri menggunakan alat kontrasepsi. Banyak jenis kontrasepsi yang digunakan para ibu atau wanita, seperti kontrasepsi mekanik, kontrasepsi hormonal, dan kontrasepsi mantap. Apapun jenis alat kontrasepsi yang digunakan pastinya terdapat kelebihan dan kekurangan yang memberi efek langsung pada tubuh, gangguan fungsi organ tubuh tertentu dan lain sebagainya.

Berikut ini akan dibahas secara singkat salah satu alat kontrasepsi hormonal, yakni Pil KB dan suntikan yang banyak digunakan oleh para wanita atau ibu sebagai alat kontrasepsi yang dipilih dari sekian banyaknya alat kontrasepsi. Berikut ini efek samping dari penggunaan alat kontrasepsi hormonal :

1. Timbul rasa nyeri kepala, pusing dan payudara terasa kencang

Menurut seorang doter kandungan Hilda Hutcherson, beliau juga merupakan seorang profesor di Universitas Columbia, New York mengemukakan, bahwa seorang wanita yang memilih menggunakan Pil KB sebagai alat kontrasepsi akan menimbulkan efek samping seperti nyeri kepala, sering mengalami pusing, dan payudara terasa kencang atau tegang. efek samping ini dirasakan apabila usai mengkonsumsi pil KB.

2. Timbul rasa mual ingin muntah

Rasa mual yang disertai ingin muntah merupakan gejala yang wajar dan biasa dialami oleh wanita yang menggunakan alat kontrasepsi berupa pil. Namun gejala rasa mual ini umumnya banyak dirasakan oleh beberapa wanita yang menggunakan alat kontrasepsi berupa cincin vagina (cincin yang dilapisi hormon kemudian dimasukkan ke dalam vagina) atau patch (sejenis koyo yang ditempelkan di lengan atas bagian belakang, perut bagian bawah atau bokong).

3. Mengalami perdarahan

Menurut Dr. Hilda Hutcherson, Ia mengatakan bahwa perdarahan merupakan efek samping yang banyak dirasakan beberapa wanita yang menggunakan alat kontrasepsi jenis pil atau implan. Perdarahan yang merupakan efek samping yang membuat seorang wanita menjadi tidak nyaman dan terkadang timbul rasa stress.

Beliau menyarankan jika timbul perdarahan yang cukup meresahkan atau mengkhawatirkan, disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter terkait.

4. Mengalami penurunan gairah seksual atau libido

Beberapa jenis Pil KB ada yang menimbulkan efek samping seperti terjadinya penurunan gairah seksual atau libido seorang wanita maupun pasangannya, hal ini disebabkan oleh efek samping yang ditimbulkan dari beberapa jenis pil KB ini dapat membuat vagina menjadi kering dan menurunnya kadar hormon testosteron. Wanita juga memiliki hormon testosteron meskipun jumlahnya tidak sebanyak yang dimiliki oleh pria. Hormon testosteron ini bertujuan untuk membantu meningkatkan gairah seksual wanita.

5. Perasaan atau emosi atau mood yang sering berubah-ubah

Beberapa wanita ada yang mengalami berupa perubahan mood atau perasaan atau emosi yang sering berubah tak menentu. Kemungkinan hal ini dianggap wajar karena beberapa efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan alat kontrasepsi yang ditimbulkan. terkadang sebagian kecil wanita merasakan hal yang sensitif, mudah tersinggung dan stress. Biasanya dokter akan memberikan obat anti depresi pada seorang pasien yang menggunakan alat kontrasepsi berupa pil.

Posted in Alat KB | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Alat KB

Bagi mereka pasangan yang sudah menikah ada baiknya merencanakan tentang kehamilan. Bagi wanita yang sedang dalam masa kehamilan, sebelum melahirkan ada baiknya pula merencanakan program KB atau menggunakan alat kontrasepsi yang aman guna mencegah terjadinya kehamilan yang begitu cepat dengan arti memberi jarak kehamilan pertama dengan kehamilan kedua.

Seorang wanita harus sudah merencanakan dan mempersiapkan alat kontrasepsi apa yang cocok digunakan. Para medis menyarankan ketika memasuki masa akhir nifas bagi seorang wanita pasca melahirkan sudah merencanakan dan memilih metode KB yang akan digunakannya.

Namun dalam menggunakan alat KB, diperlukan perhatian dan pertimbangan khusus mengenai bagaimanan cara memilih alat kontrasepsi yang aman digunakan, seperti :

1. Ketika masih dalam masa menyusui, sudah menggunakan alat KB memiliki efek samping pada kontrasepsi hingga 98 % sampai dengan 6 bulan, atau saat datangnya masa menstruasi, perencanaan KB sudah harus dimulai.

2. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR/IUD) tidak hanya dapat digunakan oleh para wanita yang masih dalam usia muda, namun juga dapat digunakan oleh para wanita yang lebih tua, berpengalaman serta terbiasa dengan teknik ini.

3. Pada wanita yang tidak dalam masa menyusui dapat memilih menggunakan pil kombinasi yang diberikan sekitar 2-3 mg postpartum dengan angka kegagalan 100 orang per tahun. Untuk para wanita atau ibu yang sedang dalam menyusui dapat diberikan pil yang hanya mengandung progestin. Pil ini tidak memberi efek negatif pada penurunan produksi ASI.

4. KB suntik dapat diberikan setiap 3 bulan pada ibu menyusui dengan efikasi lebih dari 99 persen, pada yang tidak memiliki kelainan darah (tromboembolism).

5. Implan dapat diberikan 6 minggu pertama pasca melahirkan pada ibu yang menyusui.

6. Sterilisasi tuba bisa dilakukan 24-48 jam pasca melahirkan pada persalinan tanpa komplikasi dan bayi diyakinkan sehat. Sterilisasi berencana bisa dilakukan pada 6-8 minggu postpartum pada pasangan yang benar-benar yakin dan bayi dalam keadaan sehat.

Posted in Alat KB | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment