Alat KB

Bagi mereka pasangan yang sudah menikah ada baiknya merencanakan tentang kehamilan. Bagi wanita yang sedang dalam masa kehamilan, sebelum melahirkan ada baiknya pula merencanakan program KB atau menggunakan alat kontrasepsi yang aman guna mencegah terjadinya kehamilan yang begitu cepat dengan arti memberi jarak kehamilan pertama dengan kehamilan kedua.

Seorang wanita harus sudah merencanakan dan mempersiapkan alat kontrasepsi apa yang cocok digunakan. Para medis menyarankan ketika memasuki masa akhir nifas bagi seorang wanita pasca melahirkan sudah merencanakan dan memilih metode KB yang akan digunakannya.

Namun dalam menggunakan alat KB, diperlukan perhatian dan pertimbangan khusus mengenai bagaimanan cara memilih alat kontrasepsi yang aman digunakan, seperti :

1. Ketika masih dalam masa menyusui, sudah menggunakan alat KB memiliki efek samping pada kontrasepsi hingga 98 % sampai dengan 6 bulan, atau saat datangnya masa menstruasi, perencanaan KB sudah harus dimulai.

2. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR/IUD) tidak hanya dapat digunakan oleh para wanita yang masih dalam usia muda, namun juga dapat digunakan oleh para wanita yang lebih tua, berpengalaman serta terbiasa dengan teknik ini.

3. Pada wanita yang tidak dalam masa menyusui dapat memilih menggunakan pil kombinasi yang diberikan sekitar 2-3 mg postpartum dengan angka kegagalan 100 orang per tahun. Untuk para wanita atau ibu yang sedang dalam menyusui dapat diberikan pil yang hanya mengandung progestin. Pil ini tidak memberi efek negatif pada penurunan produksi ASI.

4. KB suntik dapat diberikan setiap 3 bulan pada ibu menyusui dengan efikasi lebih dari 99 persen, pada yang tidak memiliki kelainan darah (tromboembolism).

5. Implan dapat diberikan 6 minggu pertama pasca melahirkan pada ibu yang menyusui.

6. Sterilisasi tuba bisa dilakukan 24-48 jam pasca melahirkan pada persalinan tanpa komplikasi dan bayi diyakinkan sehat. Sterilisasi berencana bisa dilakukan pada 6-8 minggu postpartum pada pasangan yang benar-benar yakin dan bayi dalam keadaan sehat.

Posted in Alat KB | Tagged , , , , , , , , , , , | Comments Off on Alat KB

Alat KB untuk Pria

Alat KB untuk Pria  –  Alat kontrasepsi untuk  pria  pada saat ini sudah tersebar luas, karena pada tahun lalu  sudah diprosuksi masal. Dan hal tersebut mematahkan anggapan bahwa alat kontasepsi pria tidak mempunyai pilihan yang banyak. Dan tentu saja hal tersebut sejalan dengan komitmen, dengan mengatur jarak kehamilan bukan hanya tugas dan kewajiban wanita.

alat KB  untuk pria

alat KB untuk pria

Jika anda sebagai suami mau menggunkan alat kontrasepsi tersebut  kemungkinan kehamilan yang tidak direncanakan akanlebih mudah untuk ditekan. Namun sanpai saat ini alat kontrasepsi untuk pria yang tersedia hanyalah seperti kondom dan vesektomi, atau anda mengandalkan kontrasepsi yang paling konservatif yaitu dengan cara menarik penis anda sebelum terjadinya ejakulasi pada saat berhubungan dengan istri anda.

Alat KB untuk Pria

Kondom

Kondom merupakan jenis alat kontasepsi untuk pria yang paling umum digunakan. Selain itu kondom juga sangat mudah untuk digunakan serta mudah ditemukan dipasaran. Selain itu kondom juga memliki berbagai bentuk dan rasa yang berbeda-beda.

alat kontrasepsi untuk pria

alat kontrasepsi untuk pria

Namun sayangnya kebanyakan pria malas menggunakan alat tersebut, karena menurut mereka dengan menggunakan kondom kualitas aktivitas seksual bercinta. Selain itu, mereka juga mengeluhkan bahwa mereka kesulitan dalam menemukan ukuran kondom yang sesuai , entah itu karena terlalu kecil atau justru kebesaran. Untuk keefektifan bercinta, kondom memanglah tidak dapat menurunkan resiko kehamilan atau penyakit menular seksual hingga 100%. Namun banyak ahli yang mengatakan bahwa lebih baik menggunakan kondom daripada tidak sama sekali.

Pull Out

Metode pull out memang sangat populer di kalangan pria. Jika mereka malas menggunakan kondom, kebanyakan pria akan merayu pasangannya untuk melakukan metode ini. Caranya yaitu dengan menarik penis sebelum berejakulasi. Cara ini mungkin tidak menjadi jaminan untuk ampuh menunda kehamilan, namun dapat mencegah kehamilan. Walaupun untuk resiko penyakit menular seksual akan tetap muncul karena adanya kontak antar kelamin pria dengan wanita.

Pil KB

Jika pada umunya pil kb hanya dikonsumsi oleh wanita, saat ini para peneliti telah mengembangkan obat kontrasepti untuk pria. Cara kerjanya yaitu dengan menghambat kecepatan sperma ketika mengejar sel telur, sehingga kecil kemungkinannya bila wanita hamil pada saat bercinta. Obat tersebut dapat  anda temukan dalam dua bentuk seperti suntikan atau pil.

Namun sayangnya harga obat tersebut cukup mahal dan cukup sulit ditemukan. Tidak hanya itu, kelemahan obat kb tersebut adalah pria harus mengkonsumsinye tepat waktu. Karena jika tidak, maka performa sperma tak mampu dikontrol dan pada akhirnya istri anda akan tetap hamil saat bercinta.

Alat Kontrasepsi untuk Mencegah Kehamilan

Alat KB untuk Pria

Ultrasonografi

Cara lain yang diusahakan oleh para peneliti yaitu dengan menciptakan alat kb untuk pria adalah dengan metode perlakuan ultrasonografi. Dengan metode ini, maka sperma dapat diturunkan kecepatannya ketika mengejar sel telur pada saat bercinta. Walaupun demikian, penelitian tersebut hanya baru dilakukan pada hewan laboratorium. Namun sampai saat ini belum ada kepastian apakah metode ini cukup aman dilakukan pada manusia. Karena jika tidak mampu dikontol, maka sperma pria bisa mati seluruhnya dan pria terancam mandul.

Vasektomi

Vasektomi adalah salah satu alternatif lain alat kb untuk pria yang dilakukan oleh banyak negara didunia yang bertujuan untuk menekan angka pertambahan penduduk. Dan faktanya bahwa vasektomi memanglah kurang terkenal dibandingkan dengan alat kb untuk pria seperti suntik kb, minum pil kb, menggunkan kondom ataupun dengan kontasepsi alami dengan cara menghitung kalender.

Alat kb untuk pria yang paling aman serta efektif adalah vasektomi, hal tersebut dikatakan oleh para ahli. Namun metode ini adalah metode kontrasepsi permanen yang akan membuat pria tidak mampu membuahi sel telur wanita untuk selamanya.

Selama dalam proses vasektomi, saluran yang mengalirkan sperma dari testis ke alat kelamin akan diikat atau diputus. Sehingga para pria tidak mampu untuk menghasilkan sperma lagi dan membuahi sel telur wanita. Vasektomi adalh metode yang biasanya hanya dilakukan oleh apasangan suami istri yang benar-benar tidak ingin memiliki anak lagi namun masih tetap aktif bercinta.

Vasektomi dengan cara pembakaran

Apakah benar saluran sperma pria akan benar-benar di bakar seperti sate? Tentunya tidak, vasektomi dengan cara pembakaran hanyalah sebutan untuk operasi medis vasektomi dari jenis vasektomi laiinya. Vasektomi dengan cara pembakaran dalam dunia medis disebut dengan cauterisai. Dalam metode ini dokter tidak perlu melakukan  operasi pembedahan pada kulit sekitar kantong buah zakar.

Vasektomi dengan cara pembakaran dilakukan dengan cara menempatkan suntikan tertentu langsung  mengarah pada saluran sperma pria yang dibalik kulit sekitar buah zakar. Jika saluran sperma tersebut sudah ditemukan, maka akan dilakukan cauterisasi.  Hasil vasektomi dengan cara ini sama halnya dengan vasektomi koncensional, yaitu akan dapat mengakibatkan saluran sperma buntu dan tidak dapat membuat wanita hamil.

Posted in Alat KB | Tagged , , , | Leave a comment

Alat Kontrasepsi untuk Mencegah Kehamilan

Alat Kontrasepsi untuk Mencegah Kehamilan – Program keluarga berencana yang harus dilakukan di tiap keluarga adalah dengan tujuan untuk mengurangi angka kelahiran karena angka kelahiran yang sangat tinggi di Indonesia. Cukup dengan 2 anak saja, maka akan membantu dalam mengurangi terjadinya angka kelahiran yang sangat tinggi yang menyebabkan tingkat populasi semakin tinggi pula.

Alat Kontrasepsi untuk Mencegah Kehamilan

Alat Kontrasepsi untuk Mencegah Kehamilan

Alat Kontrasepsi untuk Mencegah Kehamilan

Penggunaan dari alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Kehamilan bisa terjadi akibat dari sperma yang bisa mencapai sel telur wanita dalam keadaan matang. Dan ada dua prinsip mendasar dari penggunaan alat kontrasepsi yakni adalah untuk membantu mencegah terjadinya pertemuan antar sperma dengan sel telur. Selain itu juga membantu dalam menghentikan produksi dari sel telur. Pemahaman mengenai cara pemilihan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan harus melihat tingkat efektivitasnya seperti :

  1. 99% efektif dalam membantu mencegah terjadinya kehamilan
  2. 99% efektif membantu dalam mencegah kehamilan dan hanya bisa dilakukan jika dengan cara yang tepat
  3. 98% bisa efektif jika digunakan dengan instruksi yang tepat
  4. 92-95% berhasil jika memang diterapkan dengan cara yang benar pula.

Beberapa jenis alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan adalah :

  1. Pil kontrasepsi
    Kandungan yang ada di dalam pil ini adalah kadungan hormon yang bisa mencegah ovarium pada waninta mengeluarkan sel telur sehingga akan mencegah terjadinya kehamilan. Untuk wanita yang mengunakan alat Kb ini maka mereka harus minum pil dengan teratur dan dikonsumsi dengan setiap harinya, bahykan untuk waktu yang sama dalam setiap harinya.
    Keuntungan yang didapatkan dari penggunaan pil kontrasepsi ini adalah membantu melancarkan siklus haid atau menstruasi yang tetap teratur dan bisa diprediksi, walaupun ada juga yang bisa mendapatkan siklus yang dilakukan dengan teratur.
  2. Spiral atau IUD
    Penggunaan dari alat kontrasepsi ini digunakan dengan cara memasukkan alat yang berbentuk T terbuat dari bahan tembaga ke dalam rahim yang hanya dilakukan oleh oleh ahli ginekolog. Dan alat kontrasepsi ini hanya bisa digunakan untuk sekali pemasangan. Keuntungan dari penggunaan alat kontrasepsi ini adalah efektif dalam mencegah terjadinya kehamilan yang terjadi selama 5-10 tahun. Dan selain paling efektif, biasanya penggunaan dari alat Kb ini tidak permanen sehingga masih tetap bisa dilepas jika memang berencana ingin punya anak lagi.
  3. Suntik hormon
    Suntik hormon biasanya dilakukan dengan cara melepaskan hormon ke dalam darah yang bisa membantu dalam mencegah terjadinya ovulasi yang pada akhirnya mengakibatkan terjadinya kehamilan. Kekurangan dari penggunaan alat Kb jenis ini adalah bisa mengakibatkan iritasi, uam pada kulit, ketidaknyamanan dan pada akhirnya menyebabkan berat badan semakin naik.
  4. Diafragma
    Alat KB ini merupakan alat kb yang terbuat dari bahan lateks atau karet yang sangat fleksibel dan bentuknya seperti mangkuk yang bisa dipasang diatasi leher rahim. Diafragma yang bisa membuat sperma yang masuk ke dalam rahim menjadi terhalang di leher rahim. Dan penggunaan dari difrafma biasanya terbilang repot. Selain itu, wanita yang ingin menggunakan alat kb ini juga harus terlebih dahulu di cocokkan ukuran pemasangan oleh dokter kandungan Anda.
  5. Sterilisasi wanita
    Tindakan yang dilakukan dengan sterilisasi wanita adalah dengan cara menutup saluran yang bisa menghubungkan antara sel telur dengan rahim wanita. Dengan menggunakan cara ini maka biasanya sperma tidak akan bisa mencapai ke sel telur. Dan sel telur akan bisa diproduksi oleh tubuh namun kemudian secara alami akan tetap kembali diserap oleh tubuh. Dan efektifitasnya sangat permanen. Namun sebelum proses operasi selesai, Anda diharuskan terlebih dahulu dalam menggunakan alat kontrasepsi. Bahkan diharuskan 3 bulan setelah melakukan tindakan operasi.
  6. Vasektomi atau sterilisasi pada pria
    Biasanya hal ini dilakukan dengan cara menghalang saluran sperma dari testis menuju ke penis. Bahkan disaat ejakulasi sedang terjadi, sperma tidak akan bisa dikeluarkan lewat penis sehingga membuat terjadinya kehamilan menjadi terhalang. Beberapa minggu setelah operasi vasektomi, maka pria tetap harus dianjurkan dalam pemakaian alat kontrasepsi karena kemungkinan saja adanya sel sperma yang sudah berada didalam saluran penis. Kantung pelir yang bisa menimbulkan rasa nyeri serta pembengkakan pada bagian tersebut. Dan pada beberapa orang juga biasanya akan menimbulkan rasa sakit pada bagian testis. Selain itu, resiko untuk mengalami infeksi bisa saja terjadi.

Penggunaan dari alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan bisa sangat efektif cara kerjanya, namun tetap tidak bisa mencegah terjadinya penularan pada penyakit HIV aids dan juga jenis penyakit menular seksual lainnya. Dan selain itu juga, masih banyak alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan wanita. Sebaiknya sebelum Anda memilih mana alat kontrasepsi yang cocok, Anda harus memahami terlebih dahulu mengenai alat kontrasepsi yang Anda gunakan dan juga tingkat efektivitasnya. Yakni adalah keefetivan dalam mencegah kehamilan mencapai 99%.

Karena pada umumnya, setiap metode penggunaan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan biasanya mempunyai kekurangan dan juga kelebihan. Walaupun begitu, meski sudah mempertimbangkan mengenai untung dan rugi dari semua alat kontrasepsi yang sudah tersedia, tetap saja biasanya mengalami kesulitan unutk bisa mengendalikan fertilitas dengan aman, efektif dan juga dengan metode yang bisa diterima, baik secara individual atau juga secara budaya mengenai tingkat dari reproduksi.

Alat Kontrasepsi untuk Mencegah Kehamilan

Posted in Alat KB | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Alat KB Setelah Melahirkan

Alat KB Setelah MelahirkanAlat KB yang disebut juga dengan alat kontrasepsi adalah salah satu hal yang bisa dimanfaatkan dan digunakan untuk membatasi angka kelahiran. Untuk seorang wanita melahirkan, Anda harus menentukan kapan waktu yang paling tepat dalam melakukan KB. Alat KB setelah melahirkan dengan menggunakan IUD bisa dipasang setelah Anda melahirkan. Alat KB setelah melahirkan dengan IUD disebut dengan post placenta. Selain itu, jenis alat kontrasepsi atau alat KB setelah melahirkan yang lainnya adalah pil KB. Penggunaan dari alat KB setelah melahirkan semuanya tergantung dari si wanita yang bersangkutan. Hal yang harus diingat adalah sebaiknya jangan sampai penggunaan alat Kb bisa menyebabkan pengurangan ASI.

Alat KB

Alat KB dengan menggunakan pil Kb atau juga suntik KB yang dikombinasikan dengan kandungan hormon estrogen dan juga progesteron. Kandungan estrogen yang ada didalam alat KB tadi bisa membuat potensi dari produksii ASI semakin berkurang. Maka Anda bisa menggunakan alat KB yang mengandung kandungan progesteron saja.

Karena penggunaan dari alat kontrasepsi ini jika tidak dilakukan, maka akan kemungkinan untuk hamil lagi bisa saja terjadi. Masa subur wanita berbeda-beda pada setiap perempuan. Jadi sebaiknya membatasi angka kelahiran dengan melakukan program keluarga Berencana untuk mengurangi terjadinya angka kelahiran yang tinggi. Penggunaan dari alat kontrasepsi setelah melahirkan adalah salah satu bentuk inisiasi dari pemakaian dengan metode kontrasepsi yang dilakukan dalam waktu kurang lebih 6 minggu pertama setelah melahirkan untuk bisa menghindari terjadinya kehamilan khususnya adalah di tahun 1-2 pertama setelah proses melahirkan terjadi.

Untuk wanita yang setelah melahirkan, karena kemungkinan untuk hamil lagi memang kecil terjadi apabila mereka terus memberikan ASI pada anak mereka. Hal ini berhubungan erat dengan peningkatan dari kadar hormon prolaktin disaat sedang proses laktasi atau menyusui. Hormon prolaktin yang ada didalam tubuh wanita akan meningkat dan bisa mencegah terjadinya ovulasi atau pembuahan dan bisa membuat lamanya datang haid atau juga menstruasi setelah melahirkan.

Walaupun proses menyusui atau laktasi bisa membantu dalam mencegah terjadinya kehamilan, namun tetapi suatu saat ovulasi akan bisa saja terjadi. Ovulasi bisa terjadi mendahului dari menstruasi pertama setelah melahirkan dan juga proses pembuahan akan bisa terjadi. Kemudian pemilihan dari Alat kontrasepsi atau alat KB setelah melahirkan juga harus dipertimbangkan, sehingga hal ini tidak kana menyebabkan proses laktasi terganggu dan kesehatan bayi juga tetap terjaga.

Alat KB Setelah Melahirkan

Alat KB Setelah Melahirkan

Jenis Alat KB

Dibawah ini ada beberapa jenis alat KB setelah melahirkan adalah :

  1. Kondom
    Penggunaan kondom merupakan salah satu alat kontrasepsi yang terbuat dari bahan lateks atau juga karet. Dan selain itu, bentuknya yang seperti tabung. Penggunaan dari kondom juga cukup efektif selama memang digunakan dengan posisi yang tepat dan juga digunakan dengan benar. Kegagalan pada penggunaan kondom bisa dikurangi dengan penggunaan yang tepat, yakni digunakan disaat penis sedang mengalami ereksi dan kemudian dilepaskan setelah proses ejakulasi terjadi. Penggunaan dari alat KB yang paling mudah dan juga tidak membuat repot. Selain itu, kegagalan biasanya hanya terjadi jika kondom sobek akibat dari kurang hati-hati penggunaannya atau juga akibat dari tekanan disaat sedang ejakulasi sehingga tidak akan terjadi perembesan.
  2. Spermatisida
    Penggunaan dari alat kondom ini merupakan senyawa kimia yang bisa membunuh sperma. Dan selain itu bentuknya seperti busa, jeli, krim, tablet vagina, tablet atau juga aerosol. Dan setelah kira-kira kurang lebih selama 5-10 menit disaat melakukan hubungan seksual yang bisa dilakukan, dan setelah penggunaan alat ini dimasukkan ke dalam vagina. Disaat memasukkan spermatisida ke dalam vagina wanita maka harus menggunakan alat yang memang sudah disediakan didalam bentuk kemasan. Dan dilarang sekali untuk tidak menggunakan tangan. Kegagalan yang biasanya sering terjadi adalah akibat dari waktu larut yang memang belum cukup, jumlah dari spermatisida yang digunakan biasanya terlalu sedikit dan juga akibat vagina yang sudah dibllas waktu dalam kurang 6 jam setelah senggama.
  3. Vagina diafragma
    Penggunaan alat KB setelah melahirkan dalam bentuk lingkaran cincin yang juga dilapisi dengan karet fleksibel hal ini akan bisa menutup mulut rahim dan jika dipasang dalam lubang vagina selama 6 jam sebelum melakukan hubungan seksual. Dan efektifitasnya dari penggunaan alat kontrasepsi ini biasanya bisa menurun dengan lebih cepat dolepas kurang dari 8 jam setelah melakukan hubungan seksual.
  4. Pil KB
    Penggunaan dari alat KB setelah melahirkan seperti pil KB adalah memberikan keuntungan bisa membuat menstruasi Anda menjadi lebih teratur. Selain itu, manfaat lainnya adalah membantu mengurangi kram dan juga sakit haid. Kesuburan pada wanita juga bisa kembali pulih dengan cara menghentikan konsumsil Pil KB. Pil KB ini bisa bertujuan dalam membantu meningkatkan keefektifan. Membantu mengurangi efek samping dan meminimalisir keluhan. Ada juga yang mengandung hormon progesteron saja, dan Anda juga yang terbuat dari kombinasi hormon progesteron dan juga hormon estrogen.
  5. Suntik KB
    Penggunaan alat kb setelah melahirkan ini biasanya mempunyai cara kerja mirip seperti pil. Penggunaan alat kb yang disuntik dengan kandungan sinteti didalamnya. Dan penyuktikan ini baisanya dilakukan paling tidak 2-3 kali dalam sebulan.
  6. Susuk KB
    Penggunaan implant atau susuk KB merupakan penggunaan alay kontrasepsi dengan memasukkan tabung yang kecil dibawah kulit dibagian tangan yang dilakukan langsung oleh dokter Anda. Tabung kecil ini merupakan tabung dengan isis hormon yang sedikit-sedikit akan terlepas, sehingga akan mencegah terjadinya kehamilan.
  7. IUD
    Alat KB ini merupakan alat Kb spiral yang bentuknya seperti spiral. Teknik pada alat kb ini adalah dengan memasukkan alat KB yang terbuat dari bahan tembaga ke dalam rahim. Hal ini akan membantu mencegah terjadinya bersarang sel telur yang sudah dibuahi didalam rahim.

Alat KB Setelah Melahirkan

Posted in Alat KB | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kontrasepsi Pasca Melahirkan

Jika tidak menginnginkan kehamilan setelah melahirkan adalah merupakan hal yang wajar, caranya adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual atau hubungan intim dengan suami, sebaiknya seorang wanita memakai kontrasepsi pasca melahirkan tanpe mnunggu haid datang terlebih dahulu. Haid yang datang adalah haid yang kedua ataupun yang ketiga. Karena bisa jadi haid kedua tidak akan datang karena wanita sudah hamil lagi.

Bahkan seorang wanita bisa hamil hanya dalam waktu 21 hari setelah melahirkan. Hal ini dikarenakan ovulasi atau masa sel telur yang kemudian dilepaskan dari indung telur bisa saja terjadi 2 minggu sebelum haid pertama saat ibu baru saja bersalin. Tidak adanya suatu tanda bahwa sel telur ternyata sudah siap untuk dibuahi kembali ini bisa menyebabkan terjadinya banyak kehamilan yang tidak direncanakan dalam bulan pertama setelah melakukan persalinan.

Alat kontrasepsi pasca melahirkan yang dipilih haruslah alat konstrasepsi yang tidak mengganggu produk ASI. Beberapa kontrasepsi yang bisa dilakukan adalah kontrapsesi atau alat kb alami. Menyusui bayi dengan ASI merupakan salah satu cara kontrasepsi alami yang disebut dengan LAM (Lactation Amenorrhoe Methode). Secara alami, menyusui bisa membantu dalam penghambatan ovulasi sehingga sel telur yang sudah matang ini tidak akan terbentuk. Efek dari kontrasepsi dari menyusui ini akan bisa didapatkan jika memberikan ASI secara eksklusif dan intensif.

Efek menghambat ovulasi dari kontrasepsi pasca melahirkan ini  merupakan suatu efek yang berlawanan dengan pengeluaran ASI. Menyusui ASI ini akan bisa membatu dalam meningingkatkan hormon prolaktin, mempertahankan hormon progesterone atau juga hormon kehamilan dan bisa membantu menghambat pelepasan dari hormon estrogen sehingga bisa membantu dalam menghambat terjadinya suatu ovulasi.

Disaat menyusui, tubuh wanita tidak bisa menghasilkan sel telur yang matang. Jadi walau sperma berhasil masuk, namun sel telur tidak ada yang siap untuk dibuahi. Sebaliknya ada ajika menyusui dilakukan dengan tidak intensif, maka pengeluaran dari hormon estrogen ini tidak akan terhambat. Karena itu, ibu yang jarang menyusui biasanya akan mendapatkan haid setelah beberapa minggu.

 

Posted in Alat KB | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Alat KB Dalam Rahim (AKDR)

Alat-Kontrasepsi-Dalam-Rahim-IUDSecara umum Alat Kontrsepsi Dalam Rahim (AKDR) dianjurkan sebagai pilihan pertama pada ibu yang menyusui dan ingin alat KB yang temporer sifatnya. Di samping karena sekali pemasangan dan efektivitasnya tinggi serta keluhan pemakai yang relatif ringan, maka AKDR tidak mempunyai pengaruh terhadap laktasi dan bayinya. Pada wanita yang kemungkinan besar untuk mendapatkan penyakit akibat hubungan seksual memang tidak dianjurkan untuk memakai AKDR ini. AKDR yang bisa dipakai yang lazim sekarnag adalah AKDR yang mengandung tembaga (Copper T, Copper 7, MLCu) serta AKDR yang mengandung progestin yang tidak berpengaruh terhadap produksi dan komposisi ASI.

Progestin yang terkandung dalam IUD akan dilepaskan dalam jumlah yang sangat sedikit sehingga hanya mempunyai efk lokal saja. Pemasangan AKDR bisa secara dini, segera setelah melahirkan atau ada kontrol berikutnya pada sat involusi terjadi. Pada umumnya pemasanganAKDR harus dilakukan dalam waktu 1 bulan 7 hari pasca persalinan sepanjang tidak ada kontraindikasi pada saat pemasangannya.

Keuntungan AKDR

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) dapat diterima masyarakat dunia, termasuk Indonesia dan menempati urutan ketiga dalam pemakaian, seperti :

1. Dapat diterima masyarakat dengan baik
2. Pemasangan tidak memerlukan medis teknis yang sulit
3. Kontrol medis yang ringan
4. Penyulit tidak terlalu berat
5. Pulihnya kesuburan setelah AKDR dicabut berlangsung baik

Kerugian AKDR

Alat kontrasepsi dalam rahim bukanlah alat kontrasepsi yang sempurna, sehingga masih terdapat beberapa kerugian sebagai berikut :

1. Masih terjadi kehamilan dengan AKDR in situ
2. Terdapat perdarahan; spotting dan menometroragia
3. Leokorea, sehiingga menguras protein tubuh dan liang senggama terasa lebih  basah
4. Dapat terjadi infeksi
5. Tingkat akhir infeksi menimbulkan kemandulan primer atau sekunder dan kehamilan ektopik
6. Tali AKDR dapat menimbulkan perlukan portio uteri dan mengganggu hubungan seksual

Sekalipun masih dijumpai penyulit AKDR, kelangsungan pemakaian cukup tinggi, sehingga tetap menjadi andalan gerakan keluarga berencana nasional. AKDR (biasanya setiap setelah menstruasi). Komplikasi pemasangan AKDR adalah rasa sakit dan kadang-kadang pingsan (terutama pada nuligravida). Teknik pemasangan yang hati-hati dan tepat akan menghindari terjadinya perforasi uterus (jarang).

Posted in Alat KB | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Alat Kontrasepsi Spiral

alat-kb-spiralSpiral atau IUD merupakan alat kontrasepsi yang diletakllan ditengah-tengah rahim wanita. Alat KB spiral in berbentuk T, panjangnya kira-kira 3-4 cm, di ujungnya ada benag/string. Bahan spiral ada yang dilapisi tembaga dan ada pula yang dilapisi hormon progesteron.

Banyak cara untuk melakukan pengendalian kehamilan. Namun, kita harus benar-benar berhati-hati dalam memilihnya. Karena tidak smua metode kontrasepsi itu dibenarkan dalam agama. IUD atau spiral termasuk salah satu alat kontrasepsi yang tidak boleh dipergunakan. Cara ini tidak diperbolehkan karena ia lebih merupakan suatu cara abortus, bukan kontrasepsi. Sebab, menurut caa kerjanya, alat dari plastik dan kadang-kadang terbalut kawat termbaga ini dimasukkan ke dalam rahim dan selama masih di sana alat tersebut dapat mencegah sel telur yang telah dibuahi melekat ke dinding rahim. Dengan demikian, alat ini bukan lagi mebahan tetapi leih cenderung mencegah sperma yang telah membuahi ovum untuk menempel pada dinding rahim. Dan karenanya pula wanita muslimah tidak diperkenan menggunakan alat kontrasepsi ini untuk mengendalikan kehamilan.

Namun, beberapa wanita mungkin lebih nyaman menggunakan alat kontrasepsi spiral. Ada wanita yang memakai spiral tanpa merasakan gangguan berarti. Tetapi banyak juga yang megakami gangguan : haid lama dan sakit, rasa nyei di perut, mulas-mulas, mungkin perdarahan sewaktu-waktu, spiral dapat keluar dari tempatnya (keluar sendiri) atau pindah tempat (perforasi, masuk ke dalam rongga perut), kemungkianan infeksi dan kehamilan ektopik lebih besar, dsb. Bila dipakai lama, ada kemungkinan menyebabkan kanker rahim. Kalau  wanita memakai psiral namun hamil tentu menjadi urusan dokter dan rumah sakit.

Namun, bagi wanita yang sedang dalam masa kehamilan, bahkan wanita yang belum pernah melahirkan. Fakta-fakta seputar spiral :

1. Pemasangan spiral bisa dilakukan kapan saja, selama wanita tersebut tidak hamil. Biasanya dilakukan test kehamilan terlebih dahulu. Pada saat menstruasi pemasangan spiral lebih mudah, karena leher rahim lebuih lunak saat haid.

2. Saat pemasangan akan terasa sedikit tidak nyaman

3. Pada pemasangan spiral yang dilapisi oleh hormon, dapat timbul sedikit keram yang menetap selama beberapa hari atau berminggu-minggu. Setelah pemasangan biasanya aka timbul suatu flek, jumlah darah haid menjadi berkurang dan 70% wanita diantaranya ada yang mengalami tidak menstruasi setelah 2 tahun pemakaian.

4. Setelah pemasangan spiral lapis tembaga, darah haid mungkin bertambah banyak. Anda akan selalu mendapat haid karena spiral ini tidak dilapisi hormon

5. Jangka waktu maksimal pemakaian spiral lapis hormon adalah 5 tahun.

Posted in Alat KB | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Alat KB Yang Aman

Kontrasepsi adalah alat kb yang aman atau obat yang tujuannya untuk menjarangkan kehamilan. Orang-orang yang menggunakan kontrasepsi adalah pasangan yang berniat membatasi jumlah anak dan menjarangkan kehamilan (spacing).

Kontrasepsi (penghindaran kehamilan) dilakukan karena berbagai alasan seperti perencanaan kehamilan, pembatasan jumlah anak, penghindaran resiko medis kehamilan (terutama pada ibu-ibu dengan penyakit jantung, diabetes melitus atau tuberkulosis) dan pengendalian jumlah penduduk dunia. Penggunaan alat kb yang aman meningkat di negara-negara maju tetapi sebagian bentuk kontrasepsi masih diluar jangkauan ekonomi penduduk negara-negara yang sedang berkembang.

Tidak ada alat kontrasepsi yang sempurna jika kita mempertimbangkan efek samping maupun keefektifannya. Semua alat kontrasepsi mempunyai keuntungan dan kerugian yang harus di padukan dengan cermat dengan keadaan pasien. Karena itu perlu penentuan yang cermat bagi masing-masing individu untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan dan untuk mengoptimalkan. Namun walaupun tidak ada yang sempurna tetap ada alat kb yang aman.

Jika Anda dan suami melaksanakan KB tanpa menggunakan alat berarti Anda menggunakan KB alami. Ada dua kategori KB jenis ini. Yang pertama adalah abstinensi atau selibat, sanggama terputus, masa aman dan menyusui. Kategori yang kedua pihak istri menghitung sendiri tanda-tanda tertentu sebagai bantuan untuk menentukan ovulasi, waktu dan kapan pembuahan paling mungkin terjadi.

Posted in Alat KB | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Alat KB Untuk Wanita

Kontrasepsi merupakan alat bantu bagi mereka para pasangan suami-istri yang ingin menunda kehamilan atau mencegah kehamilan hingga batas waktu yang diinginkan untuk hamil kembali. Alat kontrasepsi memiliki banyak variasi, bentuk. Setiap alat kontrasepsi memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing dan tentunya memiliki efek samping yang sedikit berbeda dari tiap jenis alat kontrasepsi yang digunakan.

Untuk mencegah kehamilan cara alami yang dapat dilakukan oleh pasangan suami-istri adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual disaat sang wanita atau istri sedang dalam masa subur. Cara ini dengan dilakukan dengan melihat kalender menstruasi yang dimiliki dan dicatat setiap bulannya untuk mengetahui kapan masa subur dan kapan masa tidak subur itu terjadi. Agar ketika melakukan hubungan seksual tidak terjadi pembuahan atau kehamilan. Ada suatu alat yang digunakan untuk mendeteksi masa subur dan tidak subur seorang wanita pertama dengan mengukur suhu basal tubuh dan uji kekentalan lendir di leher rahim. Kelebihan dari menggunakan metode ini, tidak menimbulkan efek samping dan cukup ekonomis.

Jenis-jenis Alat Kontrasepsi Wanita

1. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) atau kontrasepsi spiral

Alat kontrasepsi dalam rahim memiliki beberapa tipe diantaranya Copper T380A, Nova T dan beberepa jenis AKDR yang diberi hormon (mirena, Levo nova). Kelebihan dari AKDR ini adalah alat kontrasepsi yang cukup efektif digunakan dan memberi perlindungan yang cukup tinggi dalam mencegah kehamilan dengan angka kegagalan 0,3 -1 per 100 wanita tiap tahunnya.

Kelemahan dari alat kontrasepsi ini adalah beresiko terjadinya infeksi radang panggul, perdarahan dan kehamilan di luar kandungan, terjadi komplikasi perforasi dilubang uterus dan tidak dapat mmemberi perlindungan terhadap bahaya penularan penyakit kelamin seperti HIV/AIDS atau penyakit hepatitis B yang dapat ditularkan dari kelamin pasangan ketika berhubungan intim.

2. Kontrasepsi Dengan Metode Perintang

Yang paling umum digunakan adalah kondom, diafragma, dan spermisida.

a. Kondom

Merupakan kantong kecil yang terbuat dari karet dan berbahan tipis bekerja dengan cara membungkus penis, sehingga sperma yang keluar tetap berada dalam kantong tersebut. Atau dengan kata lain mencegah sperma masuk ke dalam indung telur atau saluran telur. Kelebihan dari penggunaan kondom ini dinilai cukup efektif, mudah didapat, aman digunakan dan dapat membantu mencegah terserangnya penyakit seksual menular dan hepatitis B atau HIV/AIDS.

Kelemahan dari kondom ini adalah karena kondom dibuat dari bahan karet dan tipis sehingga mudah robek. Kondom yang baik akan terasa licin dan basah. Namun angka kegagalan dengan menggunakan kondom hanya 3-15 wanita dari 100 wanita per tahunnya.

b. Diafragma

Diafragma ini berbentuk seperti topi mini yang terbuat dari karet yang cara kerjanya dengan dimasukkan ke dalam vagina. Kerja dari alat ini adalah dengan menutup mulut rahim, sehingga sperma tidak dapat masuk atau menembus rahim untuk membuahi sel telur. Kelebihan dari diafragma ini adalah dapat digunakan berulang kali dan mencegah kehamilan serta menurunkan resiko dari terjangkitnya penyakit seksual yang menular. Kekurangan dari diafragma ini adalah sulit dipasang dan angka kegagalan yang masih memungkinkan terjadinya kehamilan adalah 5-20 wanita dari 100 wanita per tahunnya.

c. Spermisida

Alat KB jenis ini memiliki bentuk beragam. Ada foam aerosol (busa), tablet, krim, jeli, dan spons. Dipakai dengan cara dioleskan ke dalam vagina sebelum berhubungan intim. Spermisida mematikan sel-sel sperma sebelum sempat memasuki rahim. Kekurangan dari spermisida ini adalahtidka dapat melindungi organ intim wanita dari bahaya penyakit kelamin atau penyakit seksual yang menular seperti gonorrhea, clamidhia, hepatitis B dan virus HIV/AIDS. Tak hanya itu spermisida dapat menimbulkan rasa alergi, infeksi atau luka pada vagina, tidak dapat bekerja efektif tanpad adanya bantuan alat KB lainnya seperti kondom atau diafragma. Serta angka kegagalan yang masih memungkinkan terjadinya kehamilan pun masih ada.

3. Metode KB Hormonal

Kebanyakan kontrasepsi hormonal mengandung estrogen dan progesteron atau hanya progesteron saja.

a. Pil KB Terpadu

Umumnya mengandung hormon gestagen dan estrogen sintetik. Pil yang dianjurkan adalah pil dosis rendah yang mengandung estrogen kurang dari atau sebesar 35 mikrogram dan 1 miligram progesteron. Pil KB ini mudah didapat, namun biasanya para ibu atau wanita lebih memilih pil KB ini dengan menggunakan resep dokter lewat pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Pil KB merupakan salah satu alat kontrasepsi yang paling banyak dipilih oleh kaum wanita atau ibu dari sekian banyaknya jenis alat kontrasepsi.

Namun kekurangan atau kelemahan dari pil KB ini harus dikonsumsi setiap harinya, menimbulkan efek samping seperti pendarahan yang tidak teratur terjadi di luar siklus menstruasi, timbul rasa mual, sakit kepala, dan pusing. Pil KB Terpadu ini tidak disarankan digunakan oleh wanita yang sedang dalam masa menyusui, perokok aktif, berusia 40 tahun keatas, memiliki riwayat penyakit kronis, seperti TBC, diabetes mellitus, jantung, hepatitis, stroke, epilepsi dan kanker.

b. Pil KB Mini

Pil KB Mini berbeda dengan pil KB terpadu. Pil KB Mini hanya mengandung gestagen saja. Kelebihan yang dimiliki dari penggunaan pil KB Mini adalah dapat digunakan oleh wanita yang sedang dalam masa menyusui dan mudah didapat di apotik. Namun efek samping yang ditimbulkan sama halnya dengan menggunakan pil KB terpadu, yakni perdarahan yang tidak teratur, siklus menstruasi yang tidak teratur dan terkadang sakit kepala.

c. Suntikan

Suntikan KB melindungi dari kehamilan sampai tiba waktunya disuntik kembali. Efektivitasnya hampir sama dengan pil kombinasi dan melebihi pil mini maupun AKDR. Kegagalan pada umumnya terjadi karena ketidakpatuhan terhadap jadwal suntik atau teknik penyuntikan yang salah. Cara kerja suntikan KB salah satunya yaitu menyebabkan pengentalan mukus serviks, sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma.

Yang perlu diketahui, jika kontrasepsi suntikan dihentikan harus menunggu 1 tahun atau lebih untuk bisa hamil kembali. Pemakai akan menerima suntikan hormon setiap 1-3 bulan sekali, yaitu:

Suntikan progestin:

Suntikan yang hanya mengandung hormon gestagen saja. Contohnya, depo provera dan depo noristerat, yang memiliki kelebihan yakni dapt digunakan pada wanita yang sedang dalam masa menyusui dan wanita yang tidak diperbolehkan menggunakan tambahan estrogen. Efek samping yang ditimbulkan adalah siklus haid yang tidak menentu atau tidak lancar, bertambahnya bobot tubuh.

Suntikan terpadu :

Suntikan yang mengandung hormon gestagen dan estrogen, misalnya, depo estrogen-progesteron atau cyklofem. Suntikan terpadu tidak mempengaruhi siklus menstruasi namun kelemahannya adalah tidak diperkenakan digunakan oleh wanita yang sedang menyusui balita, wanita yang tidak dianjurkan minum pil KB terpadu dan suntikan progestin dan biaya yang dikeluarkan relatif mahal.

d. Susuk

Dipakai dengan memasukkannya ke bawah permukan kulit sebelah dalam lengan. Ada 2 jenis:

– Norplant merupakan salah satu metode kontrasepsi berjangka waktu 5 tahun. Efektivitas kontrasepsi yang terdiri dari 6 batang susuk ini sangat tinggi. Angka kehamilan rata-rata pertahun hanya kurang dari 1 %.
– Implanon: kontrasepsi yang terdiri atas satu batang susuk ini dapat dipergunakan sedikitnya selama 3 tahun.

Dengan menggunakan susuk sebagai alat kontrasepsi dapat mencegah kehamilan selama 5 tahun, susuk ini dapat digunakan oleh wanita yang mengalami masalah seputar hormon estrogen dan dapat digunakan oleh wanita yang sedang menjalani pengobatan dari penyaikit kekejangan. Susuk ini juga mudah dilepaskan sampai batas waktu yang diinginkan bila menginginkan kehamilan kembali. Namun ada hal yang perlu diingat, susuk tidak diperbolehkan digunakan oleh wanita yang mengalami gejala atau mengidap penyakit kanker atau terdapat benjolan keras di payudara, menstruasi yang terlambat datang, mengalami pendarahan yang tidak normal di vagina, dan seseorang yang memiliki riwayat penyakit jantung.

Metode Kontrasepsi Laktasi

Metode ini hanya bisa diterapkan pada ibu menyusui yang benar-benar menyusui secara eksklusif/terus-menerus selama 2 tahun 6 bulan. Kelebihan dari penggunaan metode ini adalah dapat membantu mengurangi perdarahan setelah melahirkan serta membantu memberi nutrisi yang baik pada bayi. Namun kelemahannya adalah hanya mampu melindungi pada 6 bulan pertama dan angka kegagalan kehamilan 6 per 100 wanita per tahunnya.

Metode Kontrasepsi Mantap

Metode kontrasepsi mantap ini dikenal dengan istilah sterilisasi yakni memutuskan atau menghentikan perjalanan saluran sperma pada pria dengan cara operasi yang disebut dengan vasektomi, hal yang sama juga dilakukan pada wanita dengan cara memutuskan atau menutup saluran sel telur dengan operasi yang disebut dengan tubektomi. Sehingga ketika pasangan suami-istri melakukan hubungan seksual tidak akan terjadi pembuahan atau kehamilan dengan kata lain seorang wanita tidak akan bisa hamil kembali. Biasanya cara ini dilakukan dengan alasan telah memiliki jumlah anak yang cukup, dan faktor usia.

Posted in Alat KB | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Alat KB Dan Efek Sampingnya

Alat kontrasepsi memiliki banyak variasi, jenis dan macamnya. Alat kontrasepsi ini dimaksudkan untuk menunda, memberi jarak dan menghentikan kehamilan tergantung alasan para pasangan suami-istri menggunakan alat kontrasepsi. Banyak jenis kontrasepsi yang digunakan para ibu atau wanita, seperti kontrasepsi mekanik, kontrasepsi hormonal, dan kontrasepsi mantap. Apapun jenis alat kontrasepsi yang digunakan pastinya terdapat kelebihan dan kekurangan yang memberi efek langsung pada tubuh, gangguan fungsi organ tubuh tertentu dan lain sebagainya.

Berikut ini akan dibahas secara singkat salah satu alat kontrasepsi hormonal, yakni Pil KB dan suntikan yang banyak digunakan oleh para wanita atau ibu sebagai alat kontrasepsi yang dipilih dari sekian banyaknya alat kontrasepsi. Berikut ini efek samping dari penggunaan alat kontrasepsi hormonal :

1. Timbul rasa nyeri kepala, pusing dan payudara terasa kencang

Menurut seorang doter kandungan Hilda Hutcherson, beliau juga merupakan seorang profesor di Universitas Columbia, New York mengemukakan, bahwa seorang wanita yang memilih menggunakan Pil KB sebagai alat kontrasepsi akan menimbulkan efek samping seperti nyeri kepala, sering mengalami pusing, dan payudara terasa kencang atau tegang. efek samping ini dirasakan apabila usai mengkonsumsi pil KB.

2. Timbul rasa mual ingin muntah

Rasa mual yang disertai ingin muntah merupakan gejala yang wajar dan biasa dialami oleh wanita yang menggunakan alat kontrasepsi berupa pil. Namun gejala rasa mual ini umumnya banyak dirasakan oleh beberapa wanita yang menggunakan alat kontrasepsi berupa cincin vagina (cincin yang dilapisi hormon kemudian dimasukkan ke dalam vagina) atau patch (sejenis koyo yang ditempelkan di lengan atas bagian belakang, perut bagian bawah atau bokong).

3. Mengalami perdarahan

Menurut Dr. Hilda Hutcherson, Ia mengatakan bahwa perdarahan merupakan efek samping yang banyak dirasakan beberapa wanita yang menggunakan alat kontrasepsi jenis pil atau implan. Perdarahan yang merupakan efek samping yang membuat seorang wanita menjadi tidak nyaman dan terkadang timbul rasa stress.

Beliau menyarankan jika timbul perdarahan yang cukup meresahkan atau mengkhawatirkan, disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter terkait.

4. Mengalami penurunan gairah seksual atau libido

Beberapa jenis Pil KB ada yang menimbulkan efek samping seperti terjadinya penurunan gairah seksual atau libido seorang wanita maupun pasangannya, hal ini disebabkan oleh efek samping yang ditimbulkan dari beberapa jenis pil KB ini dapat membuat vagina menjadi kering dan menurunnya kadar hormon testosteron. Wanita juga memiliki hormon testosteron meskipun jumlahnya tidak sebanyak yang dimiliki oleh pria. Hormon testosteron ini bertujuan untuk membantu meningkatkan gairah seksual wanita.

5. Perasaan atau emosi atau mood yang sering berubah-ubah

Beberapa wanita ada yang mengalami berupa perubahan mood atau perasaan atau emosi yang sering berubah tak menentu. Kemungkinan hal ini dianggap wajar karena beberapa efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan alat kontrasepsi yang ditimbulkan. terkadang sebagian kecil wanita merasakan hal yang sensitif, mudah tersinggung dan stress. Biasanya dokter akan memberikan obat anti depresi pada seorang pasien yang menggunakan alat kontrasepsi berupa pil.

Posted in Alat KB | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment