Alat KB Dalam Rahim (AKDR)

Alat-Kontrasepsi-Dalam-Rahim-IUDSecara umum Alat Kontrsepsi Dalam Rahim (AKDR) dianjurkan sebagai pilihan pertama pada ibu yang menyusui dan ingin alat KB yang temporer sifatnya. Di samping karena sekali pemasangan dan efektivitasnya tinggi serta keluhan pemakai yang relatif ringan, maka AKDR tidak mempunyai pengaruh terhadap laktasi dan bayinya. Pada wanita yang kemungkinan besar untuk mendapatkan penyakit akibat hubungan seksual memang tidak dianjurkan untuk memakai AKDR ini. AKDR yang bisa dipakai yang lazim sekarnag adalah AKDR yang mengandung tembaga (Copper T, Copper 7, MLCu) serta AKDR yang mengandung progestin yang tidak berpengaruh terhadap produksi dan komposisi ASI.

Progestin yang terkandung dalam IUD akan dilepaskan dalam jumlah yang sangat sedikit sehingga hanya mempunyai efk lokal saja. Pemasangan AKDR bisa secara dini, segera setelah melahirkan atau ada kontrol berikutnya pada sat involusi terjadi. Pada umumnya pemasanganAKDR harus dilakukan dalam waktu 1 bulan 7 hari pasca persalinan sepanjang tidak ada kontraindikasi pada saat pemasangannya.

Keuntungan AKDR

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) dapat diterima masyarakat dunia, termasuk Indonesia dan menempati urutan ketiga dalam pemakaian, seperti :

1. Dapat diterima masyarakat dengan baik
2. Pemasangan tidak memerlukan medis teknis yang sulit
3. Kontrol medis yang ringan
4. Penyulit tidak terlalu berat
5. Pulihnya kesuburan setelah AKDR dicabut berlangsung baik

Kerugian AKDR

Alat kontrasepsi dalam rahim bukanlah alat kontrasepsi yang sempurna, sehingga masih terdapat beberapa kerugian sebagai berikut :

1. Masih terjadi kehamilan dengan AKDR in situ
2. Terdapat perdarahan; spotting dan menometroragia
3. Leokorea, sehiingga menguras protein tubuh dan liang senggama terasa lebih  basah
4. Dapat terjadi infeksi
5. Tingkat akhir infeksi menimbulkan kemandulan primer atau sekunder dan kehamilan ektopik
6. Tali AKDR dapat menimbulkan perlukan portio uteri dan mengganggu hubungan seksual

Sekalipun masih dijumpai penyulit AKDR, kelangsungan pemakaian cukup tinggi, sehingga tetap menjadi andalan gerakan keluarga berencana nasional. AKDR (biasanya setiap setelah menstruasi). Komplikasi pemasangan AKDR adalah rasa sakit dan kadang-kadang pingsan (terutama pada nuligravida). Teknik pemasangan yang hati-hati dan tepat akan menghindari terjadinya perforasi uterus (jarang).


>>> Ovutest Scope Memudahkan Perencanaan & Penundaan Kehamilan - Alat KB Alami Sebagai Alat Uji Masa Subur Wanita. Bagi yang ingin menunda kehamilan maka lakukan hubungan intim pada saat masa tidak subur, Cukup Satu Alat Seumur Hidup. KLIK DETAIL DISINI!


This entry was posted in Alat KB and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply