Alat KB Untuk Wanita

Kontrasepsi merupakan alat bantu bagi mereka para pasangan suami-istri yang ingin menunda kehamilan atau mencegah kehamilan hingga batas waktu yang diinginkan untuk hamil kembali. Alat kontrasepsi memiliki banyak variasi, bentuk. Setiap alat kontrasepsi memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing dan tentunya memiliki efek samping yang sedikit berbeda dari tiap jenis alat kontrasepsi yang digunakan.

Untuk mencegah kehamilan cara alami yang dapat dilakukan oleh pasangan suami-istri adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual disaat sang wanita atau istri sedang dalam masa subur. Cara ini dengan dilakukan dengan melihat kalender menstruasi yang dimiliki dan dicatat setiap bulannya untuk mengetahui kapan masa subur dan kapan masa tidak subur itu terjadi. Agar ketika melakukan hubungan seksual tidak terjadi pembuahan atau kehamilan. Ada suatu alat yang digunakan untuk mendeteksi masa subur dan tidak subur seorang wanita pertama dengan mengukur suhu basal tubuh dan uji kekentalan lendir di leher rahim. Kelebihan dari menggunakan metode ini, tidak menimbulkan efek samping dan cukup ekonomis.

Jenis-jenis Alat Kontrasepsi Wanita

1. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) atau kontrasepsi spiral

Alat kontrasepsi dalam rahim memiliki beberapa tipe diantaranya Copper T380A, Nova T dan beberepa jenis AKDR yang diberi hormon (mirena, Levo nova). Kelebihan dari AKDR ini adalah alat kontrasepsi yang cukup efektif digunakan dan memberi perlindungan yang cukup tinggi dalam mencegah kehamilan dengan angka kegagalan 0,3 -1 per 100 wanita tiap tahunnya.

Kelemahan dari alat kontrasepsi ini adalah beresiko terjadinya infeksi radang panggul, perdarahan dan kehamilan di luar kandungan, terjadi komplikasi perforasi dilubang uterus dan tidak dapat mmemberi perlindungan terhadap bahaya penularan penyakit kelamin seperti HIV/AIDS atau penyakit hepatitis B yang dapat ditularkan dari kelamin pasangan ketika berhubungan intim.

2. Kontrasepsi Dengan Metode Perintang

Yang paling umum digunakan adalah kondom, diafragma, dan spermisida.

a. Kondom

Merupakan kantong kecil yang terbuat dari karet dan berbahan tipis bekerja dengan cara membungkus penis, sehingga sperma yang keluar tetap berada dalam kantong tersebut. Atau dengan kata lain mencegah sperma masuk ke dalam indung telur atau saluran telur. Kelebihan dari penggunaan kondom ini dinilai cukup efektif, mudah didapat, aman digunakan dan dapat membantu mencegah terserangnya penyakit seksual menular dan hepatitis B atau HIV/AIDS.

Kelemahan dari kondom ini adalah karena kondom dibuat dari bahan karet dan tipis sehingga mudah robek. Kondom yang baik akan terasa licin dan basah. Namun angka kegagalan dengan menggunakan kondom hanya 3-15 wanita dari 100 wanita per tahunnya.

b. Diafragma

Diafragma ini berbentuk seperti topi mini yang terbuat dari karet yang cara kerjanya dengan dimasukkan ke dalam vagina. Kerja dari alat ini adalah dengan menutup mulut rahim, sehingga sperma tidak dapat masuk atau menembus rahim untuk membuahi sel telur. Kelebihan dari diafragma ini adalah dapat digunakan berulang kali dan mencegah kehamilan serta menurunkan resiko dari terjangkitnya penyakit seksual yang menular. Kekurangan dari diafragma ini adalah sulit dipasang dan angka kegagalan yang masih memungkinkan terjadinya kehamilan adalah 5-20 wanita dari 100 wanita per tahunnya.

c. Spermisida

Alat KB jenis ini memiliki bentuk beragam. Ada foam aerosol (busa), tablet, krim, jeli, dan spons. Dipakai dengan cara dioleskan ke dalam vagina sebelum berhubungan intim. Spermisida mematikan sel-sel sperma sebelum sempat memasuki rahim. Kekurangan dari spermisida ini adalahtidka dapat melindungi organ intim wanita dari bahaya penyakit kelamin atau penyakit seksual yang menular seperti gonorrhea, clamidhia, hepatitis B dan virus HIV/AIDS. Tak hanya itu spermisida dapat menimbulkan rasa alergi, infeksi atau luka pada vagina, tidak dapat bekerja efektif tanpad adanya bantuan alat KB lainnya seperti kondom atau diafragma. Serta angka kegagalan yang masih memungkinkan terjadinya kehamilan pun masih ada.

3. Metode KB Hormonal

Kebanyakan kontrasepsi hormonal mengandung estrogen dan progesteron atau hanya progesteron saja.

a. Pil KB Terpadu

Umumnya mengandung hormon gestagen dan estrogen sintetik. Pil yang dianjurkan adalah pil dosis rendah yang mengandung estrogen kurang dari atau sebesar 35 mikrogram dan 1 miligram progesteron. Pil KB ini mudah didapat, namun biasanya para ibu atau wanita lebih memilih pil KB ini dengan menggunakan resep dokter lewat pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Pil KB merupakan salah satu alat kontrasepsi yang paling banyak dipilih oleh kaum wanita atau ibu dari sekian banyaknya jenis alat kontrasepsi.

Namun kekurangan atau kelemahan dari pil KB ini harus dikonsumsi setiap harinya, menimbulkan efek samping seperti pendarahan yang tidak teratur terjadi di luar siklus menstruasi, timbul rasa mual, sakit kepala, dan pusing. Pil KB Terpadu ini tidak disarankan digunakan oleh wanita yang sedang dalam masa menyusui, perokok aktif, berusia 40 tahun keatas, memiliki riwayat penyakit kronis, seperti TBC, diabetes mellitus, jantung, hepatitis, stroke, epilepsi dan kanker.

b. Pil KB Mini

Pil KB Mini berbeda dengan pil KB terpadu. Pil KB Mini hanya mengandung gestagen saja. Kelebihan yang dimiliki dari penggunaan pil KB Mini adalah dapat digunakan oleh wanita yang sedang dalam masa menyusui dan mudah didapat di apotik. Namun efek samping yang ditimbulkan sama halnya dengan menggunakan pil KB terpadu, yakni perdarahan yang tidak teratur, siklus menstruasi yang tidak teratur dan terkadang sakit kepala.

c. Suntikan

Suntikan KB melindungi dari kehamilan sampai tiba waktunya disuntik kembali. Efektivitasnya hampir sama dengan pil kombinasi dan melebihi pil mini maupun AKDR. Kegagalan pada umumnya terjadi karena ketidakpatuhan terhadap jadwal suntik atau teknik penyuntikan yang salah. Cara kerja suntikan KB salah satunya yaitu menyebabkan pengentalan mukus serviks, sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma.

Yang perlu diketahui, jika kontrasepsi suntikan dihentikan harus menunggu 1 tahun atau lebih untuk bisa hamil kembali. Pemakai akan menerima suntikan hormon setiap 1-3 bulan sekali, yaitu:

Suntikan progestin:

Suntikan yang hanya mengandung hormon gestagen saja. Contohnya, depo provera dan depo noristerat, yang memiliki kelebihan yakni dapt digunakan pada wanita yang sedang dalam masa menyusui dan wanita yang tidak diperbolehkan menggunakan tambahan estrogen. Efek samping yang ditimbulkan adalah siklus haid yang tidak menentu atau tidak lancar, bertambahnya bobot tubuh.

Suntikan terpadu :

Suntikan yang mengandung hormon gestagen dan estrogen, misalnya, depo estrogen-progesteron atau cyklofem. Suntikan terpadu tidak mempengaruhi siklus menstruasi namun kelemahannya adalah tidak diperkenakan digunakan oleh wanita yang sedang menyusui balita, wanita yang tidak dianjurkan minum pil KB terpadu dan suntikan progestin dan biaya yang dikeluarkan relatif mahal.

d. Susuk

Dipakai dengan memasukkannya ke bawah permukan kulit sebelah dalam lengan. Ada 2 jenis:

- Norplant merupakan salah satu metode kontrasepsi berjangka waktu 5 tahun. Efektivitas kontrasepsi yang terdiri dari 6 batang susuk ini sangat tinggi. Angka kehamilan rata-rata pertahun hanya kurang dari 1 %.
- Implanon: kontrasepsi yang terdiri atas satu batang susuk ini dapat dipergunakan sedikitnya selama 3 tahun.

Dengan menggunakan susuk sebagai alat kontrasepsi dapat mencegah kehamilan selama 5 tahun, susuk ini dapat digunakan oleh wanita yang mengalami masalah seputar hormon estrogen dan dapat digunakan oleh wanita yang sedang menjalani pengobatan dari penyaikit kekejangan. Susuk ini juga mudah dilepaskan sampai batas waktu yang diinginkan bila menginginkan kehamilan kembali. Namun ada hal yang perlu diingat, susuk tidak diperbolehkan digunakan oleh wanita yang mengalami gejala atau mengidap penyakit kanker atau terdapat benjolan keras di payudara, menstruasi yang terlambat datang, mengalami pendarahan yang tidak normal di vagina, dan seseorang yang memiliki riwayat penyakit jantung.

Metode Kontrasepsi Laktasi

Metode ini hanya bisa diterapkan pada ibu menyusui yang benar-benar menyusui secara eksklusif/terus-menerus selama 2 tahun 6 bulan. Kelebihan dari penggunaan metode ini adalah dapat membantu mengurangi perdarahan setelah melahirkan serta membantu memberi nutrisi yang baik pada bayi. Namun kelemahannya adalah hanya mampu melindungi pada 6 bulan pertama dan angka kegagalan kehamilan 6 per 100 wanita per tahunnya.

Metode Kontrasepsi Mantap

Metode kontrasepsi mantap ini dikenal dengan istilah sterilisasi yakni memutuskan atau menghentikan perjalanan saluran sperma pada pria dengan cara operasi yang disebut dengan vasektomi, hal yang sama juga dilakukan pada wanita dengan cara memutuskan atau menutup saluran sel telur dengan operasi yang disebut dengan tubektomi. Sehingga ketika pasangan suami-istri melakukan hubungan seksual tidak akan terjadi pembuahan atau kehamilan dengan kata lain seorang wanita tidak akan bisa hamil kembali. Biasanya cara ini dilakukan dengan alasan telah memiliki jumlah anak yang cukup, dan faktor usia.


>>> Ovutest Scope Memudahkan Perencanaan & Penundaan Kehamilan - Alat KB Alami Sebagai Alat Uji Masa Subur Wanita. Bagi yang ingin menunda kehamilan maka lakukan hubungan intim pada saat masa tidak subur, Cukup Satu Alat Seumur Hidup. KLIK DETAIL DISINI!


This entry was posted in Alat KB and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.